Senin, 04 Januari 2010

Tahun Baru 2010

Saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2010. Semoga menjadi tahun yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Tetap semangat dan selamat menjelajah..!!

Wass

Rabu, 30 Desember 2009

Denah Sambong Jaya, Tasikmalaya


Biar tidak lupa, aku membuat coret-coretan denah daerah Sambong Jaya, Tasikmalaya. Aku taruh di sini, siapa tahu bermanfaat buat rekan-rekan pembaca.

Selamat menjelajah...!

Wass.

Jalan-Jalan ke Tanah Pasundan IV – Melamar di Sambong Jaya




Kamis, 24 Desember 2009. Menjelang tengah hari, hujan mulai reda. Kami bersiap-siap, karena akan pergi ke kota Tasikmalaya. Acara melamar untuk adik kami akan berlangsung di sana setelah Shalat Dzuhur. Anakku sudah tidak sabar untuk segera berjalan-jalan.

Kota Tasikmalaya berada di sebelah Selatan Sindangkasih. Tujuan kami adalah daerah Sambong Jaya. Aku masih buta wilayah. Tapi untunglah, tidak nyetir, sehingga bisa menghapal jalan-jalan di sana. Anakku pun antusias melihat ke luar, meski diselingi bercanda dengan penumpang lainnya. Aku sempat menelpon beberapa kawan untuk memastikan arah menuju lokasi.

Kami melalui Jl Moh. Hatta, lalu di tugu setelah perlintasan KA, kami membelok ke kiri (Jl Dr Sukardjo kalau gak salah). Lalu terus menyusuri jalan KH A Mustofa. Setelah SPBU, kami membelok ke kanan dan memasuki desa (atau perumahan..?) Sambong Jaya. Tiba di sana, di sambut tuan rumah, lalu mulailah acara lamaran. Bahasa Sunda membuat aku hanya bisa menjadi pendengar yang baik. (maklum, dulu bolos terus saat kuliah bahasa Sunda, hehe…).

Saat makan siang menjadi acara paling ditunggu. Maklum, jam dinding (karena tidak punya jam tangan) sudah menunjukkan pukul 14.00 waktu sambong jaya. Lauk (ikan) gurame, ayam bakar, lalap, dan sambal, sangat merangsang nafsu makanku. Namun tetap saja, dalam rangka menjaga image (jaim mode on…), aku masih berbasa basi dengan tuan rumah. Sayangnya, semangat jaimku runtuh oleh kelakuan anakku yang dengan semangat luar biasa berteriak, “Abi laper….!!!!!”. Wah, aku lupa mengantisipasi kebiasaannya setiap datang ke acara-acara kondangan yang selalu berteriak setiap kali melihat makanan dihidangkan. Apalagi, dia memang belum makan siang saat berangkat tadi. Alhasil, terpaksalah kami menemani anakku mengambil makanan yang terhidang di meja, hmm…enak juga…!!

Acara melamar usai dan kami pun pamitan. Kami melanjutkan perjalanan menuju tempat pemberhentian selanjutnya. Sampai berjumpa lagi keluarga Sambong Jaya… Terima kasih untuk makan siangnya…

Selasa, 29 Desember 2009

Peta Sindangkasih, Ciamis


Tidak lengkap rasanya, menceritakan sebuah tempat tanpa memberikan gambaran lokasinya. Aku coba membuat denahnya. Silakan diamati.

Selamat menjelajah.

Wass.

Senin, 28 Desember 2009

Jalan-Jalan ke Tanah Pasundan III – Pagi Berhujan di Sindangkasih



Sekitar pukul 04.45 waktu Sindangkasih. Mata masih belum ikhlas membuka dirinya. Maklum, basa basi dengan tuan rumah berlangsung sampai pukul 03.00 waktu Sindangkasih. Basa basi diperlukan sebelum numpang nginep, hehe… Alhasil, lewat pukul 03.00 waktu Sindangkasih, aku baru bisa memejamkan mata.

Inginnya tetap tidur sampai siang, tapi apa boleh buat, suara adzan Subuh sudah berkumandang beberapa saat yang lalu, memanggil kaum muslim menunaikan kewajiban kepada Sang Khalik. Jadi, kubangkitkan tubuh ini dan melangkah tertatih-tatih ke kamar mandi. Air wudhu segera menyegarkan kembali tubuh yang masih lelah ini. Selesai Shalat Subuh, menikmati udara pagi yang segar adalah agenda berikutnya, sesuatu yang hampir sulit didapatkan di Jakarta yang pengap.

Luar biasa, olahraga pagi ditambah udara yang segar, membuat tubuh ini terasa ringan kembali. Anakku segera kubangunkan dari tidurnya. “Nak, bangun sayang… kita jalan-jalan ke sawah yuk…”kataku kepadanya. Mendengar kata-kata sawah, anakku segera bangkit dari tidur dengan senyum. Kami lalu mempersiapkan diri untuk pergi ke sawah.

Namun sayang, pagi itu, cuaca tidak begitu mendukung rencana kami. Mendung membayang, mengisyaratkan hujan siap membasahi bumi ini. Tepat seperti yang kami perkirakan, hujan segera turun dengan lebat. Gagal sudah penjelajahan pagi bersama anakku, dan terpaksa ditunda sampai hujan reda. “Sabar ya nak…” kataku pada anakku. Dia mengangguk sambil berkata “kita liat kolam ikan di belakang rumah aja ya, Yah…” Alhasil, acara kami pagi ini “hanya” menikmati sarapan di saung belakang rumah sambil berfoto bersama.

Setelah sarapan, karena hujan masih turun meskipun sudah mereda, maka yang bisa kulakukan adalah…..melanjutkan tidur….

Sabar ya Nak……..

Minggu, 27 Desember 2009

Jalan-Jalan ke Tanah Pasundan II - Ciamis, Kami Datang.....!!

Kami melanjutkan perjalanan setelah beristirahat agak lama di rest area km 39 jalan tol Jakarta Cikampek. Ternyata setelah rest area yang kami kunjungi, masih ada empat rest area lain sepanjang jalan menuju pintu tol Cileunyi. Ada satu yang baru dioperasikan, di km 72 arah Bandung, lumayan besar dan lengkap dengan SPBU. Total kami melewati enam rest area yang cukup besar dan lengkap sepanjang tol Jakarta ke Cileunyi.

Saat tiba di Pintu tol Padalarang, kami menukarkan tiket tol yang didapat di pintu tol Cikunir dengan tiket tol baru. Hanya tukar saja, tanpa melakukan pembayaran. Fungsinya untuk apa ya…?? Ah, pusing amat… tuker aja, gak usah dipikir, gitu aja repot…

Kami tiba di pintu tol Cileunyi sekitar pukul 24.00 WIB. Kecuali saya dan sepupu istri yang menyetir, lainnya sudah lelap dalam mimpi indah. Tetapi istri terbangun ketika kami memasuki antrian pembayaran tol. Uang sejumlah Rp.46.500,00 (kalau tidak salah ingat) segera berpindah ke tangan penjaga tol.

Keluar pintu tol, ada persimpangan, ke kiri ke arah Cileunyi, lurus ke arah Sumedang, dan ke kanan (tapi harus maju dulu dan puter balik) mengarah ke Jawa Tengah, Tasik, Garut, Ciamis dan sekitarnya. Nah, jalan ini yang kami lalui. Tampak jejeran pedagang tahu sumedang di sepanjang tepi jalan simpang empat tersebut. Kami pun memasuki wilayah Rancaekek (kecamatan kali ya? Ntar Tanya Dede Yusuf dulu ah…). Karena sudah lewat tengah malam, perjalanan kami tidak mengalami banyak hambatan kemacetan. Angkot-angkot yang biasanya menjadi penyebab macet, saat ini sedang tidur nyenyak. Lumayan, mobil bisa agak sedikit lebih dipacu. Jalan yang lumayan lebar (masing-masing dua jalur dengan pembatas tengah) membuat perjalanan menjadi nyaman. Tetapi mendekati Nagrek, batas tengah menghilang, dan mulailah jalan yang naik turun gak karuan.

Di jalan cagak (simpang Nagrek), beberapa kilometer setelah perlintasan Kereta Api, kami mengambil arah ke kiri bawah (arah Malangbong, Rajapolah, Ciawi, Ciamis) dan bukan ke kanan agak naik (arah Garut). Untuk menuju Ciamis, jalur ke Garut adalah jalur yang memutar. Oh iya, setelah perlintasan KA, di kiri kanan jalan, berjejer kios-kios pedagang oleh-oleh, seperti buah-buahan, ubi cilembu, dan lain. Lumayan ramai dan lumayan asyik untuk sedikit meluruskan kaki dan punggung.

Perjalanan antara Nagrek ke Ciamis kami tempuh dalam suasana yang gelap dan agak gerimis. Sebenarnya lalu lintas tidak terlalu ramai, tetapi kami harus menjumpai beberapa titik antrian (kadang berhenti). Penyebabnya ternyata karena banyak jalur jalan mendaki dan berkelak kelok, sementara banyak truk bermuatan berat yang melintas. Ketika mereka berpapasan di kelokan jalan menanjak, salah satu terpaksa harus berhenti (mengerem, red). Akibatnya, terjadilah antrian yang terkadang agak panjang.

Kami tiba di Sindangkasih, Cikoneng, Kabupaten Ciamis, tepat pukul 02.00 WIB, dinihari. Sayang sekali, baterai kamera habis, jadi tidak ada gambar yang tersajikan kali ini. Rumah Uwa Soleh menjadi tempat kami menginap di hari pertama ini. Hujan masih menetes turun dari angkasa, menyambut kehadiran kami di salah satu tempat persinggahan dalam perjalanan ke tanah pasundan kali ini. Ciamis, kami datang…!!!!

Wass.

Peta Indonesia Tanah Air Beta…….


Untuk yang belum pernah melihat peta Indonesia, nih, saya tampilkan peta yang dimaksud. Mudah-mudahan dalam setiap perjalanan, saya juga bisa mendokumentasikan peta, atau minimal denah, untuk setiap kota atau daerah yang dijelajahi.

Selamat menjelajah…!!

Wass.

numpang info

Pengunjung


ip address
counter

Total Tayangan Halaman

Info untuk tambah-tambah uang receh (bagi yang berminat...)

prepare for mudik

prepare for mudik